Pendidikan di Jepang

indexPendidikan di Jepang mencakup pendidikan formal di sekolah, pendidikan moral di rumah, dan pendidikan masyarakat (pendidikan seumur hidup). Wajib belajar pendidikan dasar dan menengah berlaku untuk penduduk berusia 6 tahun hingga 15 tahun. Penduduk terdaftar yang memiliki anak usia wajib belajar akan menerima pemberitahuan untuk memasukkan anak ke sekolah. Sebagian besar lulusan sekolah menengah pertama melanjutkan ke sekolah menengah atas. Sekolah negeri atau sekolah umum (公立学校 kōritsu gakkō?) diselenggarakan oleh pemerintah prefektur atau pemerintah kota, dan kadang-kadang oleh pemerintah pusat. Sebagian besar sekolah dasar negeri dan sekolah menengah pertama negeri dikelola pemerintah kota. Sebagian besar sekolah menengah atas dikelola oleh pemerintah prefektur, dan kadang-kadang oleh pemerintah kota. Sekolah swasta (市立学校 shiritsu gakkō?) diselenggarakan oleh badan hukum. Struktur pendidikan Tahun ajaran dimulai bulan April. Kegiatan belajar mengajar berlangsung dari Senin hingga Jumat (sekolah negeri) atau Sabtu (sekolah swasta). Satu tahun ajaran dibagi menjadi 3 semester yang dipisahkan oleh liburan singkat musim semi dan musim dingin, serta liburan musim panas yang lebih panjang.[1] Lama liburan sekolah bergantung kepada iklim tempat sekolah tersebut berada. Di Hokkaido dan tempat-tempat yang banyak turun salju, libur musim dingin lebih panjang dan libur musim panas lebih pendek. Usia Kelas Lembaga pendidikan 6 1 Sekolah dasar (小学校 shōgakkō?) 7 2 8 3 9 4 10 5 11 6 12 7 Sekolah menengah pertama (中学校 chūgakkō?) 13 8 14 9 15 10 Sekolah menengah atas (高等学校 kōtōgakkō?) disingkat kōkō (高校) Sekolah teknik/politeknik (高等専門学校 kōtō senmongakkō?) disingkat kōsen (高専) 16 11 17 12 18 Universitas (大学 daigaku?) (strata 1: 4 tahun) Akademi (短期大学 tanki daigaku?) (strata 1: 2 tahun) 19 20 21.

from : http://www.wikipedia.com

Pendidikan Di Negeri Tercinta

Stress Belajar

Kita semua tahu, selama kita berada di Indonesia, kita wajib mengikuti pendidikan 12tahun. Jenjang tersebut terbentang dari Sekolah Dasar (6tahun), Sekolah Menengah Pertama (3tahun), dan Sekolah Menengah Atas (3tahun). Tentu merupakan masa yang panjang. Selain panjang, menurut saya hal ini membuat pelajar menjadi tertekan, capai, bahkan stress. Bagaimana tidak, sekolah berlangsung dari pukul 7 pagi normalnya berakhir pukul 1 siang, berlangsung dari Senin hingga Sabtu. Pelajar juga tentu harus dapat menguasai setidaknya 13 mata pelajaran. Apa ini cara membuat seseorang menjadi berhasil? Saya pikir pemerintah harus dapat memikirkan hal-hal ini lagi, apalagi kita semua tahu sebentar lagi akan diterapkan Kurikulum 2013 yang membuat siswa wajib belajar extra keras. Saya mengkhawatirkan hal-hal ini akan menyurutkan semangat siswa/i di Indonesia dalam hal belajar. Lebih baik pemerintah menyusun kurikulum yang menyusutkan mata pelajaran, yang lebih berguna bagi pelajar, juga sesuai dengan jurusan akademik masing-masing.

Sekian coretan saya kali ini. Mohon maaf jika terjadi kesalahan, saya hanya remaja biasa yang meluapkan isi hati.

Thank You🙂